Terima Kasih Bapak Gubernur

Alhamdulillah, sudah 32 tahun Indonesia memperingati Hari Anak Nasional, sejak ditetapkannya oleh Presiden Soeharto waktu itu.

Dari Presiden ke Presiden, dari Gubernur ke Gubernur, dari Wali kota ke Wali kota.

 

Hari ini, kita kembali memperingatinya. Di tengah hiruk pikuk kasus anak yang terjadi.

Kasus Yuyun, Ali dan lain lain, yang menjadi catatan suram kasus anak Indonesia 2016.

Dalam skala nasional, pemerintah sudah mencanangkan Indonesia Darurat Anak. Untuk itu, Presiden mengeluarkan sebuah keputusan besar : Hukuman kebiri bagi pelaku pemerkosa anak.

 

Keputusan tersebut menuai pro kontra, toh sudah menjadi keputusan. Yang kontra silahkan bersabar, yang pro silahkan mengawal.

Untuk hal tersebut, anak-anak Indonesia patut berucap : “Terima kasih pak Presiden”.

 

Dalam jedah waktu yang tak lama, orangtua dibuat panik dengan terungkapnya kasus vaksin palsu, sekalipun dalam perjalanan investigasinya, Menteri Kesehatan RI menyampaikan bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya bagi anak sesuai uji laboratorium yang dilakukan. Tapi itu tidak cukup menenangkan orangtua yang sudah terlanjur memvaksin anaknya.

Beberapa Rumah Sakit yang terdeteksi sebagai pengguna vaksin palsu tersebut segera menjadi sorotan media.

Bagaimana dengan RS/Puskesmas/Klinik yang belum terdeteksi?

Kementerian Kesehatan pun melakukan vaksinasi ulang di Rumah Sakit yang terdeteksi menggunakan vaksin palsu tersebut.

Bagaimana dengan anak-anak yang lain yang belum terdeteksi?

 

Tapi sekali lagi anak-anak Indonesia harus berucap : Terima kasih pak Presiden karena sudah mengusut kasus ini.

Semoga segera tuntas.

 

Dan tiba-tiba Indonesia demam Pokemon.

Beberapa analisis tentang game tersebut, ramai di media. Membuat pak Menteri Pendidikan Anis Baswedan angkat bicara : Melarang siswa dan guru untuk menggunakan applikasi game tersebut.

Fenomena permainan Pokemon Go menarik perhatian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi.

Ade melarang seluruh anggota TNI AL bermain game ini dikarenakan game berbasis smartphone itu menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk melacak monster-monster Pokemon.

Alasannya, keberadaan masing-masing anggota TNI AL dapat dengan mudah terlacak apabila mengaktifkan game tersebut.

Demikian dirilis oleh media.

Atas dasar keamanan, pelarangan itu dikeluarkan. Sensitifitas atas keamanan negara dari pak Adi Supandi harus diapresiasi.

Demikian juga pelarangan yang disampaikan oleh Wali kota Surabaya – ibu Risma.

Untuk itu, kita orangtua patut menyampaikan terimakasih pada pihak yang peduli dengan kondisi tersebut.

 

Itulah serangkaian PR negara terhadap anak-anak Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, patutlah kita memberi kontribusi dalam penyelamatan anak bangsa.

 

Kita sadar & mengetahui sepenuhnya, bahwa rangkaian kasus-kasus di atas belum ada yang tuntas.

Penanganan anak yang menjadi korban kekerasan seksual, sindikat vaksin palsu yang masih berkeliaran.

Belum adanya langkah investigasi yang dilakukan pemerintah propinsi sebagai bentuk preventif & protektif atas vaksin palsu, karena tidak mustahil, vaksin palsu tersebut juga beredar di Sulsel.

 

Tapi, dibalik tabir hitam kasus-kasus tersebut, mari ajarkan anak-anak kita untuk mengucapkan TERIMA KASIH terhadap apa yang telah dilakukan pemerintah untuk melindungi kehidupan mereka.

 

Kita pun sebagai masyarakat Sulsel patut berterimakasih pada Gubernur tatkala peraturan gubernur dari Perda Sistem Perlindungan Anak segera dikeluarkan.

Sebagai bentuk kepedulian Gubernur terhadap anak-anak Sulsel, peraturan gubernur tersebut menjadi sebuah hal yang sangat ditunggu.

 

Terimakasih pak Gubernur, semoga pergub tersebut bisa menjadi hadiah bagi anak-anak Sulsel di hari Anak ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info