Pos

Penghujung Hari

Malam telah datang
Membentang menyelimuti bumi
Cinta berdiam dalam gelap
Tenang dalam dekapan tuannya

Rintik pun lirih
Nyaris hilang terpapar angin
Cinta hening dalam basahnya bumi
Menunggu belaian tuannya

Aku masih di sini
Menemani malam bersama cintaku
Menyaksikan gemilangnya gemintang
Menikmati dinginnya hujan

Makassar, 15 Desember 2015
Pe

Sajak Pejuang

Salam ‘alaika yaa pejuang

Engkau telah bekerja
Kita telah berkeringat bersama
Kalian telah menyaksikannya
Atas itu semua akan berbuah pahala

Jalan jalan telah engkau lewati
Kelokan demi kelokan telah kami rasakan
Desa demi desa telah menjadi saksi kehadiran kita
Bukit dan gunung telah engkau taklukkan
Sungai dan laut telah engkau belah dengan semangatmu
Batu dan pasir menjadi saksi perjalanan kita
Berdebu dan berderu sepanjang jalan
Semua menjadi saksi perjuangan kita.

Sahabat…
Aku tahu, masa ini ada mimpi yang terwujud
Ada impian yang tertunda nyatanya.
Itu hanya tentang waktu
Itu hanya tentang takdir
Karena engkau pejuang yang sesungguhnya
Bagi kalian yang telah bertarung sepenuh jiwa.

Sahabat…..
Ada sedih bagi impian yang tertunda
Tapi yakinkan aku, itu hanya sedih dalam jenak waktu yang singkat
Karena aku tak ingin melihatmu murung padahal kau seorang pejuang.

Saudaraku….
Tahukah engkau, bahwa kau tak sendiri
Menang kalahmu kita tetap bersama
Karena kita adalah saudara.

Sahabatku…
Engkau telah mengajarkan pada kami
Tentang nilai perjuangan
Tentang takaran pengorbanan
Tentang daya pertarungan.
Kami memberi penghormatan untukmu pejuangku.

Sambutlah harimu dengan senyum.
Berdiri setegar karang
Karena engkau adalah pejuang.

Gowa, 10 Desember 2015

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info