Selamat Hari Anak Nasional, selamatkan anak kita.

Peringatan !!

Banyak momen yang berlalu dengan event, baik itu formal hingga non formal. Dari yang sederhana hingga event spektakuler.

Indonesia punya banyak daftar tanggal peristiwa-peristiwa penting. Dan setiap tahun terulang menjadi sebuah perhelatan, sebuah PERINGATAN.

Selayaknya namanya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Peringatan tergolong dalam kata benda dengan defenisi
nasihat (teguran dsb) untuk memperingatkan, maka sebuah peringatan hari-hari besar nasional atau keagamaan, hendaknya menjadi momen introspeksi diri semua pihak, khususnya penyelenggara pemerintahan yang padanya urusan hak rakyat diberikan.

Peringatan yang kita alami saat ini adalah sebuah upaya mengingat bahwa ada peristiwa sejarah pada tanggal yang sama di tahun yang lampau. Introspeksi terhadap agenda dari peristiwa tersebut menjadi sambutan-sambutan resmi di semua panggung upacara. Laporan angka-angka mengalir dengan lancarnya, kesenangan-kesenangan sementara di telinga pendengar menghasilkan tepuk tangan yang riuh. Kita memang pencinta berita gembira.

Memperingati hari Pendidikan Nasional, hari Kebangkitan Nasional, hari Kesaktian Pancasila adalah peristiwa penting beruntun yang setiap tahun kita peringati.
Tanggal 29 Juni kemarin, kita juga memperingati Hari Keluarga Nasional. Rangkaian momen penting dalam peri kehidupan masyarakat Indonesia. Dan, apa catatan penting sebagai sebuah kebijakan tindaklanjut untuk semua hal yang kita sudah diingatkan itu ?

Jika pemerintah kita belum punya catatan-catatan itu, marilah kita sebagai masyarakat yang baik membuat catatan-catatan tersebut untuk kita serahkan ke pemerintah agar ditindaklanjuti sebagai penyelenggara pemerintahan.

Dalam catatan resmi pemerintah, ada sekitar 177 event “peringatan” di tanah air kita ini, termasuk peringatan keagamaan.
Sepanjang penelusuran penulis, setidaknya ada 7 momen yang berhubungan langsung dengan anak.
Hari ini, kita kembali memperingati hari anak nasional.
Sejarah hari anak nasional berawal dari gagasan mantan presiden RI ke-2 (Soeharto), yang melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, sehingga sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984, ditetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Kegiatan Hari Anak Nasional dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, hingga daerah.
Kembali ke tujuan ditetapkannya hari anak nasional, bahwa pemerintah ingin menghargai hak-hak anak, Presiden Soeharto kala itu melihat bahwa anak sebagai sebuah aset bangsa harus dilindungi. Sehingga ditetapkanlah sebuah tanggal di mana momen tersebut dijadikan sebagai pengingat akan semangat penyelamatan yang dilakukan oleh Presiden waktu itu.

32 tahun memperingati hari anak nasional, hari ini, apa yang terjadi dengan anak-anak kita ? Anak-anak Indonesia ?
Masihkah semangat melindungi itu masih ada ?
Masihkah kita menganggapnya sebagai asset yang harus dilindungi ?

Dalam setiap kesempatan berbicara, penulis senantiasa mengingatkan masyarakat, akan pentingnya membangun kepedulian terhadap anak-anak. Karena sesungguhnya, kita tidak hanya memiliki anak biologis, tapi juga anak sosial.
Dan setelah 32 tahun memperingatinya, berita-berita kriminal anak, – baik pelaku maupun korban – nyaris setiap hari ada di media. Bahkan penelusuran data, penulis menemukan fakta bahwa kasus kekerasan anak jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun.

Ketika kita membuka berita tentang kasus kekerasan anak, maka deretan peristiwa itu mencengangkan kita. Ada anak yang digergaji oleh ibunya, dibunuh oleh Ayahnya, diperkosa oleh Ayah kandungnya, dan seterusnya. Dan hampir semua kasus tersebut melibatkan orang terdekat anak.
Anak-anak tak memiliki lagi area yang aman bagi dirinya. Di sekolah, ancaman bully dari teman-teman, kekerasan dan atau pelecehan seksual dari guru, di tempat-tempat sucipun seperti itu.

Belum lagi, ketika kita membaca berita tentang begal, yang pelakunya nyata masih berusia muda, kategori anak-anak.
Kasus jaringan narkoba yang diungkap oleh pihak berwajib di Kapasa, melibatkan anak-anak dalam peredarannya.
Bahkan dugaan kuat

bahwa anak-anak kita sudah dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan dengan memanfaatkan “kelemahan” UU perlindungan anak yang memberi hukuman sangat ringan bagi pelaku kriminal anak-anak.

Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah korban & jumlah pelaku dari anak-anak ?

Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kekerasan dengan menerbitkan Perppu Perlindungan Anak no 1 Tahun 2016. Tapi ini tidaklah cukup untuk menekan dengan cepat kasus-kasus kekerasan tersebut. Kasus-kasus kekerasan anak tetaplah terjadi dalam tiap hitungan jam.

Orang tua, anak, butuh kepastian keamanan dari pemerintah. Perlindungan keamanan adalah kewajiban pemerintah kepada rakyatnya.
Hak hidup aman, adalah hak warga negara. Pemerintah dari pusat hingga daerah harus melakukan langkah konkrit untuk mengendalikan jumlah kekerasan anak yang meningkat dari tahun ke tahun.
Pemerintah propinsi Sulsel, sudah memiliki perda Sistem Perlindungan Anak yang ditetapkan tahun 2013 kemarin, tapi sayang, ini masih belum cukup untuk menjadi alat pengendali. Selain muatan perdanya yang hanya berisi tentang perlindungan anak pasca kejadian, juga perda ini belum ada pergubnya sebagai implementasi teknis perda tersebut.
Dari sudut pandang produk kebijakan, bisa kita menilai, sejauh mana pemerintah tersebut peduli terhadap anak.

Hasil diskusi teman-teman aktivis LSM, memyimpulkan bahwa salah satu yang dibutuhkan saat ini – untuk pengendalian kekerasan anak – adalah sistem deteksi dini.
Butuh pelibatan & kepedulian semua pihak untuk melakukan hal tersebut.

Marilah kita bersama, semua pihak, bertaut hati untuk menyelamatkan anak-anak kita. Peduli dengan anak-anak sosial kita, adalah kontribusi besar dalam menyelamatkan anak bangsa.

Selamat Hari Anak Nasional, selamatkan anak kita.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info