Kanjeng Tidak Taat !!

Miris, itulah yang saya rasakan ketika membaca berita sepekan terakhir ini.

Tentang Dimas Kanjeng Taat Pribadi ( DKTP ).
Fenomena penipuan seperti ini sudah sering kita dengar, yang surprise dari kasus yang satu ini, adalah korbannya dari kalangan orang-orang “besar”. Besar UANGnya, besar ILMUnya.

Kemirisan saya bukan hanya pada batas materi yang menjadi objek kerugian, tapi pada AQIDAH korban sang Kanjeng.

Adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekia Muslim Indonesia, yang menjadi salah satu “murid aktif” kanjeng, bertutur sangat lugu.

“Saya menyarankan ke penasehat hukum sebaiknya diberi kesempatan di depan wartawan atau polisi. Ini agar tidak disebut sebagai penipuan”

“Demi rasul saya melihat sendiri. Dan di dalam ruangan kosong kemudian dikunci lalu beliau ditutup, nggak ada orang lain dan beberapa lama kemudian ada uang”
( sumber Tribun Timur, Kamis 29 Sept 2016 )

Sekali lagi, kemirisan saya bukan tentang penipuan atau kerugian materinya. Tapi ini tentang AQIDAH.
Mari kita beristigfhar.

Materi yang hilang, taklah membuat kita masuk neraka ataupun syurga. Tapi aqidah yang rusak, jelaslah tempatnya, menuju neraka jahannam, neraka yang paling dahsyat siksaannya.

Kemirisan lainnya adalah tentang LOGIKAnya.
Lintasan pikiran kita langsung berujar :
“Bisa-bisanya seorang duktur, cerdik cendikia mau percaya tentang bualan si kanjeng”.

Sesuatu yang sifatnya di luar nalar manusia, sebagai cendekia, otomaticly pikirannya tidak bisa menerima fakta tersebut sampai ada penjelasan rasional yang melatarinya.
Tiba-tiba dari tangan si kanjeng keluar uang, si kanjeng bisa melipatgandakan uang dll yang tidak rasional.
Mengapa seorang cerdik cendekia bisa mempercayainya ?
Mungkin karena “keimanan” nya yang ditempatkan pada posisi yang SALAH.
Hak itu milik Allah bukan si kanjeng yang tak taat.

Bersyukurlah mereka yang senantiasa menjaga wirid ini :

“Allahumma inni ‘audzubika min annusyrika bika sya’ian na’lamuhu wa nastaghfiruka limaa laa na’lamuhu”

“Ya Allah…. Sesungguhnya kami berlindung kepadaMU dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami mohon ampun kepadaMU untuk sesuatu yang kami tidak ketahui”

#inspirasibunda

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info