Hadiri Milad ke 19, Ketua PKS Makassar Puji Sri Rahmi

 

 Minggu , 14 Mei 2017 14:13
Penulis : fahrullah
Editor   : Muh asri

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM  – Disela-sela reses masa sidang kedua, Wakil ketua Komisi A DPRD Sulsel Sri Rahmi menyempatkan diri hadir pada pelaksaan Milad ke-19 PKS sekaligus menjadi pembawa materi pada kegiatan bedah buku Kartini Legislasi , di Pelataran sekretariat DPD PKS Kota Makassar, Jl Batua Raya, Minggu (14/5).

Kehadiran Sri Rahmi mendapatkan pujian dari ketua DPD PKS Makassar , Hasan Hamido.  “Ini ibu Sri Rahmi adalah bunda kita, yang akan ikut bertarung di pilwakot Makassar. Kalau SK dari partai sudah ditandatangani, siapapun yang diputuskan semua kader harus ikut memenangkan” kata Hasan dalam sambutannya.

Selain memberikan pujian kepada Sri Rahmi, Hasan juga menyampaikan jika partai PKS, bukan hanya partai Politik yang bekerja pada saat pencalonan legislatif maupun pilwalkot hingga Pilpres, namun seluruh kadernya harus bekerja dari waktu kewaktu. “PKS terus berbuat baik, tidak ada waktu jeda dan dan berakhir,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, selain partai Politik  PKS juga memiliki pusat dakwah, sehingga kantor-kantor PKS tidak pernah terlihat sepi. Sehingga tidak hanya ramai pada saat momentum Pilkada saja. “Saatnya kita mengevaluasi diri, dan lebih bersemangat untuk berbuat baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam acara Milad ke-19 tersebut, PKS Makassar mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari menghafal Al-qur’an khususnya anak usia dini, futsal, lomba suami memakaian jilbab untuk istri, hingga menu makanan kue tradisional dari DPC-DPC yang ikut dilombakan. (**)

Sumber:
http://rakyatsulsel.com/hadiri-milad-ke-19-ketua-pks-makassar-puji-sri-rahmi.html#sthash.zwutnJVY.dpuf

Tribun Timur News; Ibu-ibu di Paropo Berbagi Resep Takjil Sehat, Murah, Praktis Jelang Ramadan

Tribun Timur. Com MENGAWALI Ramadan tahun ini, saya sebagai politisi perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan gerakan peduli tetangga.

Satu di antara program telah dilaksanakan pada Sabtu (4/6/2016), adalah mengumpulkan ibu-ibu di kompleks kediamannya melalui kegiatan berbagi resep takjil kepada ibu-ibu penghuni kompleks di Paropo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Tema kegiatan kami, Takjil Praktis, Sehat, dan Murah.

Mereka sangat antusias menerima berbagai resep.

Bahan sangat murah.

Budget Rp 20 ribu sudah bisa dapat kue yang enak dan sehat untuk seluruh anggota keluarganya.

Membuatnya pun sangat praktis, bisa dilakukan oleh ibu-ibu karir sekalipun/

Kami sengaja membuat tema ini mengingat di kompleks tempat tinggal kami banyak ibu-ibu kantoran yang pingin simpel.

Kebetulan owner Fatin’s Cake punya menunya, maka kami kolaborasi menyajikan untuk warga di kompleks ini.

Seorang peserta acara, Kris mengungkapkan rasa senangnya terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bagus, membantu kami menyediakan buka puasa berbiaya murah tetap sehat,” kata Kris.(*)

http://makassar.tribunnews.com/2016/06/05/ibu-ibu-di-paropo-berbagi-resep-takjil-sehat-murah-praktis-jelang-ramadan

Perempuan Dalam Pilkada

Pilkada serentak putaran pertama ( 2015 ) telah selesai. Event demokrasi tersebut menyisakan banyak catatan. Khususnya catatan untuk partisipasi perempuan sebagai cakada dalam pilkada tersebut.
KPU Sulsel mencatat, ada 4 cakada perempuan yang bertarung di pilkada Sulsel 2015. Tapi hanya 1 yang lolos sebagai pemenang.
Masyarakat Lutra mencatatkan sejarahnya, memilih bupati perempuan untuk memimpin mereka selama 5 tahun ke depan.

Apa yang terjadi di Lutra, pemilih secara sadar memberikan suaranya pada perempuan. Ini bukan sebuah perkara yang sederhana untuk keluar sebagai pemenang di pilkada tersebut. Kepiawaian memenangkan pertarungan pada pilkada tersebut harus menjadi bahan kajian bagi teman-teman aktifis perempuan di Sulsel.

Secara nasional, Penelusuran Litbang Kompas menunjukkan, dari 1.654 calon kepala dan wakil kepala daerah, hanya 123 perempuan (7,44 persen) yang mengikuti kontestasi akbar tersebut. Proporsi representasi perempuan ini belum beranjak jauh dari proporsi saat pilkada langsung pertama kali dilaksanakan pada 2005. Saat itu, jumlah perempuan yang mengikuti kontestasi pilkada 2005 sekitar 69 orang dari 1.374 peserta atau hanya sekitar 5,02 persen. Minimnya jumlah calon perempuan memperkecil peluang perempuan berkiprah dalam tataran pengambil kebijakan atau perannya dalam tingkat eksekutif.

Dalam pilkada serentak 9 Desember 2015, jumlah keterpilihan perempuan calon kepala dan wakil kepala daerah tercatat tidak mencapai separuh dari jumlah pencalonan perempuan. Data Komisi Pemilihan Umum per 30 Desember 2015 menunjukkan, dari 123 calon perempuan, hanya terdapat 46 perempuan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih. Sebanyak 24 perempuan terpilih sebagai kepala daerah dan 22 terpilih sebagai wakil kepala daerah.

Dari 24 perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah, ada 12 perempuan berlatar belakang sebagai petahana dan kader partai. Sementara 22 perempuan yang terpilih sebagai wakil kepala daerah didominasi mantan anggota DPR/DPD/DPRD.

Apa yang terjadi secara nasional & lokal, harus menjadi bahan kajian untuk menyusun strategi pemenangan perempuan di pilkada.

Lutra adalah bagian dari rangkaian sejarah kiprah perempuan Sulsel yang sudah dimulai sejak jaman dulu.
Crawfurd – pengamat Barat abad ke -19 menulis dalam buku Manusia Bugis : “perempuan tampil di muka umum adalah sesuatu yang wajar, mereka aktif dalam semua bidang kehidupan, menjadi mitra diskusi pria dalam segenap utusan publik, bahkan tak jarang menduduki tahta kerajaan, padahal menjadi raja ditentukan lewat proses pemilihan”.

Perempuan yang menjadi penguasa kerajaan juga bukanlah hal yang baru dalam sejarah Bugis, sebuah fakta yang ditulis oleh Crawfurd :

” Pada acara-acara kerajaan, perempuan juga hadir di tengah kaum pria, duduk dalam sidang yang membahas masalah-masalah kenegaraan, bahkan berhak memberi pertimbangan. Saat ini, kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan dipimpin istri raja Soppeng, tetapi raja Soppeng tidak berhak mencampuri urusan dalam negri kerajaan Luwu, yang diperintah oleh istrinya”.

Legislator PKS Belajar Pendidikan Modern

Jakarta, AMANAH-Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) melakukan kunjungan ke Sekolah Islam Insan Cendekia Madani (ICM), Serpong, Jakarta. Ikut serta dalam rombongan anggota fraksi PKS Sri Rahmi, Jahida Ilyas, Baso Syamsu Rizal, Ariyadi Arsal, dan Jafar Sodding. Kunjungan fraksi ke ICM bertujuan untuk melihat secara langsung konsep pendidikan modern. Jumat, (22/4).

“Dengan berkunjung ke ICM, kami bisa mencari inspirasi untuk lembaga pendidikan di Sulsel ,” ujar Sekretaris FPKS, Sri Rahmi.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi PKS, Taslim Tamang dan diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Tamsil Linrung dan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid.
Selain ke ICM, FPKS juga mengadakan kunjungan ke fraksi PKS DPR RI untuk menyampaikan beberapa aspirasi daerah. “Kami ingin mengundang FPKS DPR RI untuk menghadiri Launching Hari Aspirasi PKS yang akan dilaksanakan pada bulan Mei,” tutur Ketua FPKS Sulsel, Taslim Tamang.
Editor: Indrawati

Sumber : http://amanah.alharamnews.com/post/2637/legislator-pks-belajar-pendidikan-modern

Anggota Badan Kehormatan DPRD Sulawesi Selatan Ikut Deklarasikan Asosiasi Lembaga Kehormatan Dewan

Sri Rahmi

Anggota Badan Kehormatan DPRD Sulawesi Selatan

Melaporkan dari Jakarta

ASOSIASI Lembaga Kehormatan Dewan (ALKD) resmi dideklarasikan.

Acara ini didahului Seminar Nasional Sistim Penegakan Etika Lembaga Perwakilan di Jakarta, Senin-Selasa (18-19/4/2016).

Seminar ini dibuka Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Hari pertama diisi seminar tentang pentingnya kode etik parlemen dan tata beretika parlemen modern.

Narasumbernya, yakni Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah; Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimmly Assidiqie; mantan Ketua Mahkamah Agung, Bagir Manan; perwkilan Kejaksaan Agung, dan perwakilan Polri.

Hari kedua diisi deklarasi ALKD yang ditandai melalui ditandatanganinya piagam deklarasi.

Kami dari Badan Kehormatan DPRD Sulawesi Selatan yang membubuhkan tanda tangan, yakni saya sekaligus mewakili Partai Keadilan Sejahtera, Nursyamsina Aroepala dari Partai Demokrat, Wahid Ismail dari Partai Persatuan Pembangunan, Muslim Salam dari Partai Nasdem, dan Usmaruddin dari Partai Amanat Nasional.

Semangat untuk mengangkat martabat lembaga parlemen terasa dalam forum tersebut.

Semoga lembaga ini bisa mengembalikan marwah parlemen.

Deklarasi ini hanya seremoni, selanjutnya kami berharap akan lahir gagasan dari assoiasi ini untuk sebuah perubahan di parlemen.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2016/04/19/anggota-badan-kehormatan-dprd-sulawesi-selatan-ikut-deklarasikan-asosiasi-lembaga-kehormatan-dewan

Lembaga Kehormatan Bahas Etika Parlemen Modern

Jakarta, AMANAH –Lembaga Kehormatan Dewan menggelar seminar nasional  dengan tema Sistem Penegakan Etika Lembaga Perwakilan di Hotel Crowne Plaza Jakarta, Selasa (19/4).

Anggota DPRD Sulsel Fraksi PKS, Sri Rahmi mengemukakan bahwa materi seminar di hari pertama membahas tentang pentingnya kode etik parlemen dan tata beretika parlemen modern.

Melalui materi tersebut, diharapkan dapat memicu semangat untuk mengangkat martabat lembaga parlemen terasa dalam forum tersebut. “Semoga lembaga ini bisa mengembalikan marwah parlemen,” ujar Sri Rahmi.

Selain itu, legislator lainnya dari Partai Demokrat, Nursyamsinah Aroepala mengatakan, kegiatan yang dirangkaikan dengan deklarasi Asosiasi Lembaga Kehormatan diharapkan dapat melahirkan gagasan yang memperlihatkan dan mewujudkan parlemen yang bermartabat.

“Deklarasi ini hanya ceremoni, selanjutnya kami berharap akan lahir gagasan dari assosiasi ini untuk sebuah perubahan di parlemen,” kata Nursyamsina.

Usai pelaksanaan seminar, Assosiasi Lembaga Kehormatan Dewan (ALKD) mendeklarasikan diri yang ditandai dengan penandatanganan piagam deklarasi.

 

Editor: Zubair

Sumber : http://amanah.alharamnews.com/post/2636/lembaga-kehormatan-bahas-etika-parlemen-modern

PKS Berpredikat Partai yang Rapi

Makassar, AMANAH-Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) PKS Sulsel menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait peraturan KPU tentang Pilkada di kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel. Kamis, (24/3).
Turut hadir Ketua Desk Pemenangan Pilkada Takalar dan pengurus DPW PKS dengan mengangkat Komisioner KPU Sulsel, Mardiana Rusli selaku narasumber FGD.
“FGD ini adalah program dari BP3 DPW PKS Sulsel agar kami memahami seutuhnya peraturan-peraturan Pilkada. Kami siap menang dengan mengacu bukan hanya pada strategi pemenangan di lapangan, tapi juga aturan-aturan hukum event tersebut,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu & Pilkada PKS Sulsel, Sri Rahmi.
Dalam suasana FGD yang hangat dan penuh keakraban itu, Komisioner KPU, Mardiana Rusli, menyampaikan apresiasinya kepada PKS yang menjadi partai paling rapi dalam hal administrasi.
“Kami berharap Pilkada 2017 lebih baik daripada 2012 lalu, utamanya dalam hal perapian administrasi. Kita tidak boleh menggampangkan administrasi. Sejauh ini PKS adalah partai yang paling rapi dalam pengadministrasian,” ungkapnya.
Menyikapi pernyataan tersebut, Sri Rahmi menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada KPU dan optimis akan mempertahankan predikat PKS sebagai partai paling rapi bersama seluruh pengurus PKS lainnya.
“Alhamdulillah, kader PKS memang terbiasa dengan kerja-kerja yang rapi. Pola itu terbangun dari kaderisasi yang dilakukan oleh PKS dalam majelis-majelis pengajiannya. Terima kasih kepada KPU yang sudah memberi apresiasi kepada PKS. Kami akan terus mempertahankan predikat tersebut,” pungkas legislator Sulsel itu.
Editor: Indrawati
Sumber : http://amanah.alharamnews.com/post/2525/pks-berpredikat-partai-yang-rapi

PKS Sulel Paling Tertib Administrasi

MAKASSAR – Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Peraturan KPU tentang Pilkada di kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Kamis (24/3/2016).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Mardiana Rusli yang tampil sebagai narasumber FGD tersebut. Turut hadir Ketua Desk Pemenangan Pilkada Takalar dan pengurus DPW PKS lainnya.

“FGD ini adalah program dari BP3 DPW PKS Sulsel agar kami memahami seutuhnya peraturan-peraturan Pilkada. Kami siap menang dengan mengacu bukan hanya pada strategi pemenangan di lapangan, tapi juga aturan-aturan hukum event tersebut,” ujar Sri Rahmi, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS Sulsel.

Dalam suasana FGD yang hangat dan penuh keakraban itu, Komisioner KPU, Mardiana Rusli, menyampaikan apresiasinya kepada PKS yang menjadi partai paling rapi dalam hal administrasi.

“Kami berharap Pilkada 2017 lebih baik daripada 2012 lalu, utamanya dalam hal perapian administrasi. Kita tidak boleh menggampangkan administrasi. Sejauh ini PKS adalah partai yang paling rapi dalam pengadministrasian,” ungkap Mardiana Rusli.

Menyikapi pernyataan tersebut, Sri Rahmi menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada KPU dan optimis akan mempertahankan predikat PKS sebagai partai paling rapi bersama seluruh pengurus PKS lainnya.

“Alhamdulillah, kader PKS memang terbiasa dengan kerja-kerja yang rapi. Pola itu terbangun dari kaderisasi yang dilakukan oleh PKS dalam majelis-majelis pengajiannya. Terima kasih kepada KPU yang sudah memberi apresiasi kepada PKS. Kami akan terus mempertahankan predikat tersebut,” pungkas legislator Sulsel itu.

sumber : http://makassartoday.com/2016/03/24/pks-sulel-paling-tertib-administrasi/

Perempuan PKS se-Sulawesi Berbenah Diri

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar upgrading dan konsolidasi pengurus wilayah PKS se-Sulawesi di Makassar, sejak kemarin. Acara ini juga dihadiri ketua-ketua bidang yang dijabat kader perempuan partai ini.

Ada 17 kader perempuan se-Sulawesi yang menduduki jabatan strategis di wilayah masing-masing yang ikut sebagai peserta. Sebagai ketua bidang, perempuan PKS mesti memiliki kepemimpinan kuat agar mengarahkan kader di bawahnya.

“Pengurus PKS perempuan periode ini dihadapkan pada kondisi yang lebih menantang. Kami harus mempersiapkan Pilkada langsung 2018 yang sangat ramai, 11 pilkada di kabupaten/kota dan Pilgub. Ini butuh skill politik khusus untuk menanganinya,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS Sulsel, Sri Rahmi, Minggu (20/3/2016).

Untuk kesiapan pencalegan dini dari unsur perempuan, kata dia, pihaknya sudah memulainya dengan melakukan self assessment pada kader perempuan di Sulsel. “Ini untuk menjawab ketersediaan SDM caleg perempuan sebagai kuota caleg pada pemilu 2019 nanti,” kata Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Sulsel, Susy Smita.

Selain agenda politik, partai ini juga menerjunkan kader perempuannya pada sektor ekonomi. “Dalam hal penguatan ekonomi, Sultra menargetkan akan mencetak 100 pengusaha di tahun 2016,” kata Nesty Zuniarti, Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi PKS Sultra.

Sumber: http://rakyatku.com/2016/03/20/news/politik/perempuan-pks-se-sulawesi-berbenah-diri.html

Perkuat Peran Kader Perempuan

MAKASSAR — Upgrading dan Konsolidasi Pengurus Wilayah PKS se Sulawesi yang diselenggarakan selama dua hari mulai, Sabtu sampai Minggu, (19-20/3/2016) dipusatkan di Makassar.

Acara ini dihadiri oleh ketua-ketua bidang yang dijabat oleh kader perempuan. Tercatat, ada 17 kader perempuan se Sulawesi yang mendudukk jabatan strategis di wilayah masing-masing.

Sebagai Ketua Bidang, Perempuan PKS harus memiliki leadership yang kuat untuk bisa mengarahkan kader dibawah kepemimpinannya.

“Pengurus PKS Perempuan periode ini dihadapkan pada kondisi yang lebih menantang. Kami harus mempersiapkan pilkada langsung 2018 yang sangat ramai. 11 pilkada di kabupaten/kota dan pilgub. Ini butuh skill politik khusus untuk menanganinya. Kader perempuan PKS harus ambil bagian dari event pilkada tersebut,” ujar Sri Rahmi selaku Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS Sulsel.

“Untuk kesiapan pencalegan dini dari unsur perempuan, kami sudah memulainya dengan melakukan self assessment pada kader perempuan di Sulsel. Ini untuk menjawab ketersediaan SDM caleg perempuan sebagai kuota caleg pada pemilu 2019 nanti,” sambung Susy Smita selaku ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPW PKS Sulsel.

Sementara Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi DPW Sultra, Nesty Zuniarti mengatakan, dalam hal penguatan ekonomi, Sultra menargetkan akan mencetak 100 pengusaha di tahun 2016.

Lanjutnya, program PKS menyentuh semua segmen, sosial budaya ekonomi polhukam agama. Ini yang membuat PKS punya cara yang variatif untuk dekat dengan masyarakat.

Sumber : http://makassartoday.com/2016/03/20/pks-perkuat-peran-kader-perempuan/

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info