Data Diri

Nama : Sri Rahmi S. A. P., M. Adm. K. P

Tempat tanggal lahir : Bantaeng,
2 Januari 1971

Alamat : BTN Paropo blok C 13 Makassar

Pekerjaan : anggota DPRD Propinsi Sulsel

Jabatan : sekretaris fraksi PKS DPRD propinsi

Suami : H. Setiawan S. A. P., M. Adm. K. P

Putra : 6
1. Umar Izzul Islam
2. Hamzah Asadullah
3. Ali Haqqi
4. Abudzar Azzuhdi
5. Khubaib Al Wafi’
6. Hudzaifah

Pengalaman organisasi :
KNPI
Fatayat
Parpol
FCMC ICMI
Ketua Pengda Hapkido Sulsel
Ketua Forum Cinta Anak

Penghargaan :
PIKAT Kopel award
BKM award sebagai inisiator perda Kawasan Tanpa Rokok

Pelatihan :
NLP Practionery
Disarming Objection Masteryphoto522615589583300776

Terima Kasih Bapak Gubernur

Alhamdulillah, sudah 32 tahun Indonesia memperingati Hari Anak Nasional, sejak ditetapkannya oleh Presiden Soeharto waktu itu.

Dari Presiden ke Presiden, dari Gubernur ke Gubernur, dari Wali kota ke Wali kota.

 

Hari ini, kita kembali memperingatinya. Di tengah hiruk pikuk kasus anak yang terjadi.

Kasus Yuyun, Ali dan lain lain, yang menjadi catatan suram kasus anak Indonesia 2016.

Dalam skala nasional, pemerintah sudah mencanangkan Indonesia Darurat Anak. Untuk itu, Presiden mengeluarkan sebuah keputusan besar : Hukuman kebiri bagi pelaku pemerkosa anak.

 

Keputusan tersebut menuai pro kontra, toh sudah menjadi keputusan. Yang kontra silahkan bersabar, yang pro silahkan mengawal.

Untuk hal tersebut, anak-anak Indonesia patut berucap : “Terima kasih pak Presiden”.

 

Dalam jedah waktu yang tak lama, orangtua dibuat panik dengan terungkapnya kasus vaksin palsu, sekalipun dalam perjalanan investigasinya, Menteri Kesehatan RI menyampaikan bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya bagi anak sesuai uji laboratorium yang dilakukan. Tapi itu tidak cukup menenangkan orangtua yang sudah terlanjur memvaksin anaknya.

Beberapa Rumah Sakit yang terdeteksi sebagai pengguna vaksin palsu tersebut segera menjadi sorotan media.

Bagaimana dengan RS/Puskesmas/Klinik yang belum terdeteksi?

Kementerian Kesehatan pun melakukan vaksinasi ulang di Rumah Sakit yang terdeteksi menggunakan vaksin palsu tersebut.

Bagaimana dengan anak-anak yang lain yang belum terdeteksi?

 

Tapi sekali lagi anak-anak Indonesia harus berucap : Terima kasih pak Presiden karena sudah mengusut kasus ini.

Semoga segera tuntas.

 

Dan tiba-tiba Indonesia demam Pokemon.

Beberapa analisis tentang game tersebut, ramai di media. Membuat pak Menteri Pendidikan Anis Baswedan angkat bicara : Melarang siswa dan guru untuk menggunakan applikasi game tersebut.

Fenomena permainan Pokemon Go menarik perhatian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi.

Ade melarang seluruh anggota TNI AL bermain game ini dikarenakan game berbasis smartphone itu menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk melacak monster-monster Pokemon.

Alasannya, keberadaan masing-masing anggota TNI AL dapat dengan mudah terlacak apabila mengaktifkan game tersebut.

Demikian dirilis oleh media.

Atas dasar keamanan, pelarangan itu dikeluarkan. Sensitifitas atas keamanan negara dari pak Adi Supandi harus diapresiasi.

Demikian juga pelarangan yang disampaikan oleh Wali kota Surabaya – ibu Risma.

Untuk itu, kita orangtua patut menyampaikan terimakasih pada pihak yang peduli dengan kondisi tersebut.

 

Itulah serangkaian PR negara terhadap anak-anak Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, patutlah kita memberi kontribusi dalam penyelamatan anak bangsa.

 

Kita sadar & mengetahui sepenuhnya, bahwa rangkaian kasus-kasus di atas belum ada yang tuntas.

Penanganan anak yang menjadi korban kekerasan seksual, sindikat vaksin palsu yang masih berkeliaran.

Belum adanya langkah investigasi yang dilakukan pemerintah propinsi sebagai bentuk preventif & protektif atas vaksin palsu, karena tidak mustahil, vaksin palsu tersebut juga beredar di Sulsel.

 

Tapi, dibalik tabir hitam kasus-kasus tersebut, mari ajarkan anak-anak kita untuk mengucapkan TERIMA KASIH terhadap apa yang telah dilakukan pemerintah untuk melindungi kehidupan mereka.

 

Kita pun sebagai masyarakat Sulsel patut berterimakasih pada Gubernur tatkala peraturan gubernur dari Perda Sistem Perlindungan Anak segera dikeluarkan.

Sebagai bentuk kepedulian Gubernur terhadap anak-anak Sulsel, peraturan gubernur tersebut menjadi sebuah hal yang sangat ditunggu.

 

Terimakasih pak Gubernur, semoga pergub tersebut bisa menjadi hadiah bagi anak-anak Sulsel di hari Anak ini.

Satire dari Juvenalis

Masih ingatkah tentang sebuah mahakarya sastra dari seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Juvenalis, dalam Satire X, dan menjadi jargon guru olahraga kita doeloe?

Mens sana in corpore sano, dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

Doeloe, saya masih memaknainya sangat sederhana, bahwa jika kita berolahraga maka tubuh kita sehat, sirkulasi darah lancar, pikiran jernih, fresh. Hanya itu.

Tapi ketika saya rutin berolahraga saya menemukan sesuatu yang baru dari jorgan tersebut.

Saya ingin berbagi rasa yang kutemukan dalam olahraga dengan peribaratan yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Jogging.

Ketika kita ingin memulainya, bersegeralah melakukannya. Tahukah engkau sobat, rasa yang muncul di awal adalah serangan dari rasa malas, rasa capek, rasa jenuh membayangkan track yang akan engkau lalui. Saat itu, paksalah dirimu untuk bangkit dan memulai larimu.

Saat itu, Kita sudah menang atas rasa malas yang mendera. Kita berhasil mengalahkannya, dan membiarkan kemalasan itu terkapar sendiri di tempatnya.

Saat memulainya, kita sudah punya target jarak atau target putaran. Peganglah kuat-kuat target itu hingga tuntas kau penuhi.

Dalam track jogging kita, separuh dari target telah tunai, dan kita akan diserang jenuh karena target terbayang masih jauh, masih butuh tenaga ekstra, masih butuh banyak nafas untuk menyelesaikan target.
Saat kita mengumpulkan energi dan bertekad bulat sampai pada target dan kita berhasil melakukannya, saat itu berarti kita kembali menang. Menang mengalahkan lelah, menang menundukkan jenuh.

Dalam suasana seperti itu, kita melatih jiwa untuk lebih tangguh, mengasah mental untuk lebih kuat,
Jika kita rutin melakukannya, maka jiwa akan terlatih dengan ketangguhannya, mental terlatih dengan kekuatannya.
Maka kita akan lebih tangguh menghadapi dinamika dunia ini.

Benarlah satire dari Juvenalis :
Mens Sana Incopore Sano

#selamatpagiIndonesia

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info