Catatan Kecil Pilkada 2015

PDIP lebih siap
Walaupun sepenuhnya tidak betul, tapi inilah pembacaan saya selama proses pemenangan pilkada tahun ini.

Dari roadshow pilkada yang saya lakukan, saya mengamati PDIP yang paling siap menghadapi event ini.

DPPnya membuat kebijakan, anggota DPR RI harus kembali ke dapil untuk memenangkan pilkada di dapilnya.
Anggota DPR RI tidak boleh ada yang ke luar negeri jelang pilkada, semua harus fokus ke daerah pilkadanya.

Khusus Soppeng, saya mengamati aleg DPR RI nya demikian agresif.
Samsu Niang, dari dapil Sulsel 2 DPR RI, memback up SDM saksi. Ini sebuah langkah awal memegang kendali dan membangun jaringan untuk dirinya.
Pada pilkada tahun ini, dia menggarap dua daerah ( Pangkep & Soppeng ) sebagai basis suaranya untuk periode berikutnya menuju DPR RI.
Tokoh-tokohnyapun diturunkan saat kampanye akbar.
Nyaris tak ada panggung kampanye yang tidak disentuh oleh DPPnya.

PDIP cermat memilih lokus untuk dipush. Ini cara dia untuk menanamkan cengkramannya pada penguasa ( calon kuat ).

Gerindra lain lagi.

Penokohan Prabowo ditonjolkan. Dengan modal rekaman suara yang hanya berdurasi kurang dari 5 menit, Prabowo berhasil “hadir” di tengah keriuhan kampanye-kampanye akbar usungannya.
Suaranya yang khas, menggema lewat loudspeaker panggung, menyapa massa, yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan.
Sepele, tapi cerdas mengambil momen.
Bukan hal yang baru. Bedanya adalah, Gerindra melakukannya, yang lain tidak.
Tak cukup dengan itu, Prabowo pun hadir dengan surat terbukanya yang ditulis tangan sendiri oleh Prabowo & dibacakan oleh kadernya di panggung-panggung kampanye.
Itulah Prabowo, berhasil menghadirkan kharismanya di hadapan massa tanpa harus hadir secara fisik.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info