Budaya mencium tabukah ?

Suatu sore, saya mengisi pengajian majlis taklim. Oleh pengurusnya, saya diminta menyampaikan tema tentang keluarga.

Dan saya pastinya menyampaikan hal-hal yang mudah mereka lakukan dan berdampak besar pada kehidupan keluarga.

Usia pernikahan yang hadir saat itu bervariasi, dari 10 tahun sampai 36 tahun usia pernikahan mereka.

Ketika saya bertanya, siapa yang biasa mencium suaminya ?
Tak satupun jamaah yang angkat tangan.
Ketika saya gali lebih jauh, ternyata mereka merasa malu melakukannya.
Merasa sudah tua, malu dilihat cucu, dst dst alasan yang kadang kita buat sendiri.

Apakah mencium suami dosa ?
Mereka jawab : Tidak !

Berat mana mencium suami daripada mengangkat seember air ?
Mereka jawab : angkat seember air !

Kalau begitu apa yang menghalangi kita membiasakan mencium suami ?
Jawab mereka : budaya kita di sini.

Siapa yang membuat budaya ? Allah atau manusia ?
Jika yang membuat budaya itu adalah manusia, maka berarti kitapun bisa membuat budaya baru yang lebih baik.

Mengapa harus menyalahkan nenek moyang kita ? Yang mewariskan budaya itu ?

Suatu masa, kitalah nenek moyang yang akan disebut-sebut oleh keturunan kita.
kita yang lebih maju peradabannya – dibanding moyang kita dulu – harus mewariskan nilai-nilai yang lebih baik bagi kehidupan keluarga anak cucu kita.

Sadarkah kita, ketika anak atau cucu kita melihat Ibunya mencium Ayahnya, atau Ayah mencium Ibu, maka ekspresi saling mencintai, saling menyayangi itu, akan berbekas sangat dalam di hati mereka.
Dan merekapun tumbuh dengan sifat penyayangnya.
Banyak nasehat yang tidak harus keluar dengan kata-kata.
Membiasakan mencium & memeluk adalah nasehat tentang saling menyayangi.

Mencium harus kita wariskan sebagai budaya harmonis dalam keluarga.

Mencium pasangan, mencium anak-anak, pun mereka telah beranjak remaja.

Karena dalam ciuman, mengalir rasa disayangi & menyayangi.
Tentunya hanya bagi orang-orang yang halal mendapatkannya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google-site-verification: googlee1504fd57faec694.html

Design by pakmustain.info